Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi: Katanya

'KATANYA' Malam ini bumi mengamuk Menyaksikan tunas bangsa terpuruk Mengikis harapan tanpa kepastian Merasuk sukma penuh dusta Virus menghantui setiap sudut Udara dicemari kedustaan Mereka berteriak dalam diam Mulutnya disumpal penuh ketakutan Hipokrit tak berbendung Mengarungi semangkuk dusta Diteguk tak minta ampun Membisu sel-sel tak berilmu Topeng dan kedok Permanen tak mau mencair Picik bersetubuh erat Racun-racun bagaikan coklat 'Katanya' agar berwarna 'Katanya agar banyak kepeduliaan 'Katanya' agar banyak perbaikan 'Katanya oh katanya.... Tasikmalaya, 17 Juni 2016 20:08 Asjap Siska Fajarrany Dipost pertama kali di akun offical line Mahasiswa Indonesia

Melihat Kolong Langit Kaum Intelektual

Malam semakin larut. Lampu jalanan menerangi setiap sudut kota. Aku kembali menatap kolong langit. Menikmati setiap dentuman yang berkecamuk di hati. Langit tetap indah walau tak berbicara. Kesetiaan langit yang menjadikannya berarti. Entah sampai kapan kebiasaan buruk ini berakhir. Kedua mataku enggan terpejam walau keadaan memaksaku terlelap. Tubuhku memiliki hak untuk beristirahat. Namun pikiran ini selalu saja tak ingin tertidur. Problematika yang perlu segera aku tangani. Mengingat TUPOKSI sang kaum intelektual tak semudah membalikan telapak tangan. Semuanya nampak jelas di hadapan kelopak mata. Segala aspek kehidupan bumi pertiwi semakin semrawut. Belum lagi para bedebah yang tak kunjung surut. Menggerogoti apa pun yang dapat dia salah gunakan. Inikah mental negeriku? Serendah inikah citra dan martabat tanah airku? Arrgggh! Percuma seminggu terakhir ini konflik yang ada dipikiran dan hatiku tak kunjung menyurut. Semakin bergejolak dan tak hentinya berguman. Melihat keadaan kau...

Tanpa Judul

Apakah salah jika aku hanya ingin berdialog denganmu? Sekejap memandang makna matamu. Bersandar dibahumu yang kokoh dan tak pernah rapuh. Kini, aku rapuh dan meredup. Aku bersinar namun kembali diredupkan. Aku terlalu naif untuk memohon padamu. Engkau yang selalu hidup dalam setiap karyaku. Tak ada yang berubah dari awal hingga saat ini. Namun waktu menuntut diriku untuk menjauh. Karena apa? Noda cinta yang tertoreh tak terobati lagi. Mungkin ini yang dinamakan ketulusan. Tuhan menganugerahkan ketulusan pada cintaku. Kau tahu, seburuk apapun kamu, air laut tetaplah asin. Namun sampah telah merubah rasa air asin. Namun kaki sejenak menoleh, tak pernah nampak ketulusan pada dirimu. Aku tak sedikitpun menemukan ketulusan dalam setiap tatapan matamu. Ini bukan perkara yang mudah. Ini teramat sulit, melebihi soal-soal SBMPTN yang sedang ditakuti banyak pihak. Aku ingin terus memelukmu dan mendengar keluh kesahmu. Namun kini keadaan tak memungkinkan hal itu terjadi. Lebih baik kule...

Apa Jadinya Universitas Tanpa Pers Mahasiswa?

Sore itu kami berempat mendiskusikan hal yang serupa. Mencari kunci utama untuk menghantam batu yang menghalangi langkah kami. Seperti hari-hari sebelumnya, aku selalu menjadi berbeda diantara mereka. Kartini diantara mereka. Namun itu sama sekali tak membuatku minder atau tak betah. Bagiku sama saja. Disini, diruang sempit yang menjadi tempat menetasnya karya-karya luar biasa yang dapat mengubah dunia.   Salah satu dari kami, sebut saja Aher sang layouter handal tak ada dua. Celetuk memberi pernyataan. "Apa jadinya Univ ini tanpa teknik elektro? Pareum! Poek!" ucapnya dengan suara khas sundanya yang kental. Senior tak mau kalah. Kakak yang selalu menjadi panutan kami menambahkan, "Apa jadinya univ ini tanpa teknik sipil? Rubuh!" ucapnya penuh kebanggaan.   Begitupula dengan senior satu lagi yang sempat menjabat ketua umum periode tahun sebelumnya. "Apa jadinya univ ini tanpa Matematika? Hancur perhitungan keuangan dan anggaran lembaga!" ucapnya lan...

Film Soekarno Indonesia Merdeka (kata-kata Soekarno, Sinopsis, Pendapat) dan Peran Emir Mahira dalam Film Soekarno

Hello Sobatt Bloger, khususnya untuk para EMD dan semua orang yang telah menonton film hebat ini :D Ya, kali ini saya mau ngebahas salah satu Film layar lebar Indonesia yang sedang melejit dan banyak diperbincangkan. Awalnya film ini mendapat kontroversi yang cukup hebat, namun nyatanya film ini tetap ditayangkan dan dimulai pada tanggal canti di akhir tahun ini, 11-12-13. Tanggal yang unik dan sepertinya banyak para remaja yang berharap jadian ditanggal unik ini *ehh :p Oke, sekarang kita ke topik utama. Hem, sekarang saya mau sedikit bercerita mengenai film ini. Film ini cocok untuk menghilangkan rasa stress setelah melakukan ujian akhir sekolah :p ya, saya pergi ke bioskop bersama teman saya setelah selesai uas :p Dan seperti biasa, saya memilih bangku favorite dibioskop tepatnya bangku paling teratas yaitu A.   Boleh jujur enggak nih? hhe alasan saya menonton film ini sebenarnya adalah.... :p yap, saya ingin melihat Emir Mahira Salim yang berperan sebagai Soekarno mu...

Puisi: Perahu Kertasku

Perahu Kertasku Siska Fajarrany Aku terombang ambing di derasnya samudra Perahu kertasku berada di tengah lautan Sepi, dingin, resah dan tak tau arah Aku tersesat dalam sebuah perjalanan Perahu kertasku ingin kembali Namun, perasaan ini tak mau kembali Perasaan ini ingin terus melaju Membawa perahu kertasku maju Maju dan mencapai titik tujuan Aku terlanjur jauh Dan tak mungkin memutar arah Pintu telah tertutup Dan tak bisa ku buka Aku sangat ingin melaju kembali Namun keadaan membuatku terhenti Tuhan, apa ini takdirku? Kemana aku harus pergi? Aku sangat ingin menuju titik tujuan itu Yang menurutku adalah titik kebahagiaan Aku yakin itu adalah kebahagiaan di masa depan Matanya terpancar pelangi ketenangan Senyumnya membuat hasratku tenggelam ke dalam cintanya Dia sumber kebahagiaanku Dia titik kebahagiaanku berada Tuhan. bantulah aku untuk terus melaju Bantu perahu kertasku menuju titik itu Tuntunlah aku menuju jalanMu Tuhan Dampingilah aku untuk melawa...

Cerpen: Antara Cinta Retha dan Bayu

CERPEN : Antara Cinta Retha dan Bayu S eperti biasa, sepulang kuliah, aku langsung besiap-siap untuk pergi   menuju tempat kerjaku. Inilah kegiatanku sehari-hari. Menjadi seorang penyiar radio, ya lumayanlah buat nambah-nambah penghasilan Ibu yang merupakan tukang jahit di rumah. Aku hanya bisa menerima kenyataan ini, hidup bersama Ibu tukang jahit dan adik angkat perempuanku yang masih kelas satu SMP, serta tanpa hadirnya seorang Ayah. Ibu tidak pernah menceritakan tentang Ayah, aku tak berani menanyakan tentang Ayah pada Ibu. Ibu hanya bilang Ayah sudah tidak ada dan Beliau bernama   Bambang. Entahlah parasnya seperti apa, namun aku yakin Ayah adalah sosok yang sangat berbudi luhur! Ya! Aku sangat yakin itu! Kadang aku marah pada Tuhan, mengapa aku tidak boleh bertemu dengan Ayahku. Namun setelah kedatangan Adik angkatku, semuanya berubah. Aku menganggap Sarah adalah adik kandungku. Percaya atau tidak, Sarah itu anak majikan Ibuku, sewaktu Ibu bekerja menjadi pembantu. ...